Selasa, 11 Januari 2011

"BOHONG"


hari ini saya tdk ke masjid, karna hujan...
ah.... dasar pembohong....
kau bukan takut pada hujan...
bahkan kau tak takut pada pencipta hujan...
buktinya, kemarin kulihat kau kesekolah, kekantor, kepasar, bahkan kelapangan tuk bermain bola... meskipun hujan begitu deras.
kau hanya malas bertemudengan pencipta hujan....
dasar pembohong

Minggu, 09 Januari 2011

AKU TAK INGIN SEPERTIMU


awalnya kau rajin ke masjid,
bahkan mengaji pun kau tak pernah lupuk,
wajahmu ikut memantulkan cahaya keimanan,
aku pun iri, ingin sepertimu.
waktu berlalu.......
kaupun mulai mendapat hasil dari segala do'amu,
kau dapatkan apa yang kau inginkan,
sungguh, aku makin iri...
tapi entah mengapa,
seiring kesibukanmu, kaupun mulai tersingkir dari jalan Tuhanmu,
kau seolah tak sadar dari mana kau dapatkan semua hasil yang kau peroleh.
Masjid tempat kau berdo'a pun kini tak kau tengok lagi,
lantunan ayat-ayat Qur'an tak lagi terdengar dari mulutmu,
wajahmu pun tak lagi bersinar...
aku yang dulunya simpati, bahkan iri melihatmu, kini mulai tak senang denganmu.
Tuhan.... ada berapa banyak manusia yang seperti ini...???
yang berusa menipuMu... dengan tangisan, do'a, bahkan munajatnya.
untuk memperoleh kesenangan dunia,
akan tetapi setelah ia peroleh semua itu Engkaupun mulai dilupakan.
aku tak ingin seperti itu Tuhan,
aku memang ingin berhasil sama seperti mereka,
tapi jangan biarkan keberhasilanku itu meluluh, menjauh dari-Mu,

ajari kami yaa .. Rabb


belum banyak yg bisa kami baca

dari goresan cahaya di penghujung malam-Mu

belum banyak yg bisa kami lakukan

dari bongkahan ilmu dalam ayat-ayat kauniyah-Mu

ajari kami yaa Rabb ...



apakah hati kami yg terlampau keras?

ataukah fikir kami yg terlalu lugas tanpa alas

?melihat tanpa memandang?

mendengar tanpa memperhatikan ... ???

ajari kami yaa Rabb ...



cahaya hidayah-Mu ...

begitu kami rindukan ...

begitu kami idamkan ...

begitu kami dambakan ...,

hingga tak kan pernah padam

menerangi kami dalam setiap episode kehidupan

ajari kami yaa Rabb ...



ingin rasanya senantiasa dekat dengan-Mu

ingin rasanya mesra selalu dalam penghujung malam-Mu

ingin rasanya hati kami tak jemu mengingat-Mu

dalam suka .., dalam duka

istiqomah ..., sebagaimana Rasul-Mu

sebagaimana para wali-Mu ...

sebagaimana para hamba sholih-Mu

ajari kami yaa Rabb ...



Sabar dalam syukur dan bijak atas nikmat-Mu

Sabar dalam teguh dan tawakkal atas ujian dan cobaan-Mu

sabar dalam istiqomah beribadah dan berbagi karena-Mu

sabar dalam menahan diri dari maksiat, dan segala larangan-Mu

ajari kami yaa Rabb ...



nafas tak terhempas melainkan dengan asma-Mu

tubuh tak tergerak melainkan dengan ridlo-Mu

mata tak melihat melainkan dengan petunjuk-Mu

telinga tak mendengar melainkan dengan ijabah dari-Mu

ajari kami yaa Rabb ...



inna sholatiy ...

wa nusuki

wa mahyaaya

wa mamaati

lillahi robbil 'alamin.



istajib du'anaa ya Rabb

wahdinaa yaa haadi

wanshurna yaa khoiron nashirin

waj'alna min 'ibadikas sholihin



kabulkanlah do'a kami yaa Rabb

berilah kami petunjuk, wahai dzat Yang Maha Pemberi Petunjuk

Tolonglah kami, Wahai Dzat sebaik-baik penolong

Jadikanlah kami bagian dari hamba-Mu yang Sholih.

Amin Yaa Robbal 'Alamin.

Kamis, 06 Januari 2011

SEPERTI BINATANG


Hey, kenapa banyak binatang di dalam kota
Berlalu lalang memadati jalan

Di bus
Di pasar
Di perkantoran
Di pasar modal
Di dalam mobil
Di atas motor
Di mana mata memandang, aku melihat binatang

Oh, apakah mataku sudah mulai rusak
Atau jangan-jangan aku hanya sedang bermimpi dalam khayal..?
Ku cubit lenganku, aduh, sakit kok!
Nyata senyata-nyatanya
Realita yang menakutkan...

Aku khawatir
Jangan-jangan, kalau aku bercermin nanti
Aku pun akan melihat sesosok binatang!



Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A'raaf: 179)

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS. Al-Furqaan: 43-44)

Sabtu, 01 Januari 2011

CERMIN TAK PERNAH BERDUSTA


Tatkala kudatangi sebuah cermin,
Tampak sesosok yang sudah lama kukenali,
Namun ANEH,
Sesungguhnya aku belum
mengenal siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya
apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya,
bersinar indah di syurga sana?

Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam??

Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya...
Mata inikah yang akan menatap penuh kelazatan dan kerinduan
menatap Allah,menatap Rasulullah...
menatap kekasih Allah kelak??

Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terburai
menatap neraka jahanam...

Wahai mata,apa gerangan yang kau tatap selama ini??

Tatkala kutatap mulut,apakah mulut ini yang akan
mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH
saat malaikat maut datang menjemput...
ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjelir dengan
lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar,
ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus...

Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?!
Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam,
berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?!

Betapa jarang engkau jujur,
betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus
betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!

Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh ini
yang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana?
Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam,
terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir...

Wahai tubuh,
berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...?
berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...?
berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah
yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!

Wahai tubuh,
seperti apakah isi gerangan hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu,
atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu?
Apakah hatimu seindah penampilanmu
atau sebusuk kotoranmu?!


Betapa berbeda,
apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi...
Betapa aku telah tertipu...
Aku tertipu oleh topeng...
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng,
betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng,
betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng...

Sedangkan aku,
hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus...
Aku tertipu...
Aku malu...
Aku tertipu ya Allah...
Allah...! Selamatkanlah aku...